Perbaikan Rumah Hingga Rp 60 Juta, Program RTLH Kutim Tahun Ini Lebih Maksimal

Senin, 17 November 2025 09:36 WITA

Etamexpose.Id, Kutai Timur – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2025 dijalankan dengan fokus yang lebih maksimal di tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan rumah antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit, membuat proses rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Akhmad Iip Makruf, menyebut bahwa skema perbaikan tahun ini merupakan peningkatan besar dari program sebelumnya.

“Perbaikan rumah kita ini hampir maksimal. Tidak hanya memperbaiki atap atau dinding saja, tetapi hampir seluruh bangunan,” jelasnya.

Baca juga  Kutim Makin Ramai Dikunjungi, Wisata Jadi Motor Ekonomi Baru Masyarakat

Pada tahun 2025, pemerintah juga menargetkan pembangunan 200 rumah baru, sehingga total unit program RTLH mencapai 700 rumah. Upaya ini merupakan bagian dari program lima tahun yang menargetkan 1.000 rumah baru dan perbaikan di seluruh kecamatan Kutim.

Iip mengatakan bahwa data sebaran bantuan masih difinalisasi, namun memastikan bahwa total 18 kecamatan akan mendapatkan intervensi selama periode lima tahun. Tahun lalu, pembangunan rumah bantuan sudah dilakukan di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.

Baca juga  Pulau Miang Ungguli Destinasi Bahari Lain, Kutim Siap Jadi Primadona Wisata Laut

Selain diperbaiki menyeluruh, rumah penerima bantuan juga mendapatkan perubahan tampilan dan struktur yang signifikan. Pemerintah menerapkan sistem bangunan knockdown ramah lingkungan yang dinilai lebih aman, efisien, dan tahan lama.

“Standar bangunan kita sekarang pakai sistem knockdown dan tidak lagi memakai kayu,” ujarnya.

Anggaran rumah baru diperkirakan mencapai Rp116 juta per unit. Sementara itu, rehabilitasi dengan nominal Rp50–60 juta membuat rumah benar-benar berubah kualitasnya menjadi layak huni. Pemerintah menilai alokasi tersebut cukup memadai untuk menyelesaikan perbaikan secara optimal.

Baca juga  Kutim Abadikan Warisan Budaya Lewat Buku Daerah, Museum Jadi Pusat Literasi Lokal

Respons masyarakat terhadap program ini juga sangat positif. Iip memastikan bahwa tidak ada penerima bantuan yang menolak atau meminta bantuan diganti dengan uang. Banyak warga justru mengajukan permohonan agar bisa mendapatkan bantuan.

Tahun 2025 ini menjadi tonggak penting karena perbaikan RTLH lebih diperkuat dibanding tahun sebelumnya. Sementara pembangunan rumah baru telah dimulai sejak 2024 dengan capaian 120 unit.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait