Tenggarong- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) bersama Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muara Wis, Kota Bangun, Kenohan dan Muara Muntai sepakat untuk melangkah bersama untuk menolak upaya penambangan pasir silika di kawasan Danau Kaskade Mahakam (DKM) yang terdiri dari Danau Jempang, Semayang dan Melingtang. (19/01/2025)
Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian kawasan Danau Kaskade Mahakam, seiring dengan maraknya isu terkait penambangan pasir silika di tiga danau tersebut diperkirakan memiliki cadangan pasir silika sebesar 2 miliar matrik ton yang tersebar di area seluas 55 ribu hektare di kawasan DKM.
“Di beberapa media saat ini telah ada sekitar 45 perusahaan yang sedang mengantri izin untuk melakukan aktifitas penambangan di kawasan tersebut. Tentunya kami merasa ini merupakan ancaman serius bagi kelestarian tiga danau tersebut, termasuk juga flora dan fauna di dalamnya,” seru Ketua BEM Unikarta, Ibnu Ridho. (21/01/2025)
Pernyataan ini dilontarkannya bukan tanpa alasan, mengingat mayoritas masyarakat di kawasan tersebut berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup mereka pada hasil tangkapan ikan di DKM.
Selain itu, danau tersebut juga terhubung langsung dengan Sungai Pela yang menjadi habitat Pesut Mahakam yang saat ini jumlahnya diperkirakan kurang dari 70 ekor.
“Kami fikir aktifitas pertambangan ini akan membawa banyak dampak terhadap kelestarian lingkungan di tiga danau tersebut, Sementara ada banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya dari sana.
Sebagai pemuda kami merasa harus bergerak untuk turut memastikan kelestariannya di tengah ancaman seperti saat ini,” tegasnya.
“Sementara sampai saat ini kita belum tau izin tambang silika itu diajukan di bagian mana. Refrensi yang didapat luas tiga danau itu kalau dijumlahkan hanya 39 ribu ha. Artinya potensi ini ada di seluruh kawasan danau tersebut, Jangan sampai seluruh kawasan danau kita berubah jadi tambang pasir jika kita tidak bergerak dari sekarang,” timpalnya.
Selain itu, Ridho juga menyampaikan bahwa Danau Semayang, Jempang dan Melintang masuk ke dalam 15 Danau prioritas nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau prioritas Nasional.
“Tiga danau ini masuk dalam prioritas nasional untuk diselamatkan dan dilestarikan sejak tahun 2021, Sekarang karena ada cadangan silika tiba-tiba mau ditambang, Padahal harusnya Perpres ini ditindak lanjuti oleh seluruh pihak terkait untuk menyelamatkan kelestarian danau yang menjadi prioritas nasional, Jadi logikanya harusnya tidak ada izin penambangan di kawasan DKM,” tuturnya.
Ridho telah berkoordinasi secara langsung dengan pimpinan dari masing-masing DPK KNPI di 4 Kecamatan. Mereka juga telah berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga kelestarian kawasan DKM melalui gerakan-gerakan kepemudaan.
Sementara itu, Ketua DPK KNPI Muara Wis,dan DPK KNPI Kenohan Bobi Ripangga dan hendra menuturkan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi kepemudaan di masing-masing Kecamatan, pemuda harus mengambil peran strategis dalam menanggapi isu ini.
“Kita akan bangun konsolidasi di desa-desa untuk menyatukan persepsi dalam mengawal isu ini. Apalagi peran tiga danau ini sangat sentral bagi masyarakat di daerah hulu, Karna melihat dari segi kondisi danau tersebut adalah ladang utama mata pencaharian masyarakat kami disini untuk mencari ikan, dan usaha keramba masyarakat kami disini terancam besar jika ada tambang silika ini. Maka dari itu kita harus ikut andil dalam hal ini.” sebut Bobi.
“intinya DPK KNPI Kenohan menolak adanya Tambang Silika diKecamatan Kenohan karena mengacu pada punahnya habitat ekosistem yang mana mata pencarian terbesar para nelayan khususnya diDesa Semayang, Kahala dan Teluk Muda dan dampak jangka panjang yang muncul nantinya ketika ada Tambang Silika diKecamatan Kenohan.” Tutur Hendra ketua KNPI Kenohan.
Editor: Redaksi





