Etamexpose.Id, Kutai Timur – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) membuka ruang besar bagi pemuda untuk masuk ke dunia pertanian melalui kerja sama strategis dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim.
Program ini menjadi momentum untuk membangun generasi petani modern dan memperkuat basis pangan daerah.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pertanian di masa depan.
Dalam kerja sama ini, pemuda diperkenalkan pada peralatan pertanian modern seperti drone untuk penyemprotan dan traktor mobil berkapasitas besar.
Teknologi tersebut dinilai cocok dengan karakter pemuda yang inovatif. “Teknologi membuat pertanian lebih praktis, efisien, dan menarik,” ujarnya.
Lebih jauh, pemerintah menawarkan peluang pemuda untuk mengelola lahan sawah yang dibiarkan tidak produktif selama musim tanam. Melalui MoU dengan kelompok tani, pemuda diberi akses untuk ikut mengelola lahan tersebut.
Dessy mengatakan bahwa sektor pertanian sebenarnya jauh lebih menguntungkan daripada yang dibayangkan. Dengan hasil panen sekitar 6,5 ton per hektare, pendapatan petani bisa mencapai lebih dari Rp30 juta dalam satu periode.
“Kami ingin pemuda melihat potensi ini sebagai peluang ekonomi yang nyata, bukan sekadar aktivitas tradisional,” jelas Dessy.
Pendampingan intensif akan diberikan untuk memastikan pemuda paham teknik budidaya, pengendalian hama modern, hingga proses pemanenan. Pemerintah ingin mencetak petani muda yang handal dan profesional.
Dengan melibatkan pemuda sebagai pelaku utama, pertanian Kutim diyakini akan berkembang lebih cepat, lebih modern, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan sektor pangan daerah.(ADV)





