Relawan Pupuk Kaltim Dampingi Anak Disabilitas, Bangun Ruang Inklusi yang Lebih Hangat di Bontang

Jumat, 5 Juni 2026 04:47 WITA

BONTANG – Sebanyak 100 karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) turun langsung mendampingi puluhan anak penyandang disabilitas dalam kegiatan Employee Volunteering Initiation (Evolution) bertajuk Sehari Bersama Teman Hebat untuk Penguatan dan Dukungan Inklusif (SAHABAT PEDULI).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kopkar Pupuk Kaltim itu menghadirkan suasana penuh kehangatan antara relawan dan 50 anak disabilitas dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bontang. Melalui berbagai aktivitas interaktif, Pupuk Kaltim berupaya membangun lingkungan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat dukungan sosial bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan keterlibatan langsung karyawan dalam program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pendidikan inklusi dan penguatan ruang sosial yang setara bagi seluruh anak.

Baca juga  Jalur Road 9 Jadi Garda Mudik Lebaran 2026, Posko Gabungan Disiagakan 24 Jam

Menurutnya, pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan akses belajar di sekolah, tetapi juga bagaimana anak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan untuk berinteraksi, diterima, dan berkembang bersama lingkungan sekitarnya.

“Perhatian terhadap pendidikan inklusi menjadi bagian penting dari komitmen sosial Pupuk Kaltim dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi anak,” ujar Rezha.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan mendampingi anak-anak mengikuti dinamika kelompok, permainan kebersamaan, aktivitas kreatif mewarnai, hingga Deklarasi Inklusi Disabilitas sebagai simbol dukungan terhadap kesetaraan.

Rezha menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus membangun empati dan kesadaran sosial para relawan. Melalui interaksi langsung tersebut, para karyawan diajak memahami pentingnya keberagaman dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pupuk Kaltim memandang pendidikan inklusi tidak hanya bicara soal fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan sosial yang menerima, menghargai, dan mendukung anak untuk berkembang bersama,” katanya.

Baca juga  Harapan Baru untuk Ahmad Ali, Program Bedah Rumah Polres Kutim Hadirkan Kebahagiaan bagi Keluarga Kecilnya

Selain menghadirkan program pendampingan, Pupuk Kaltim juga menyerahkan bantuan peralatan multimedia kepada SLB di Kota Bontang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik.

Menurut Rezha, pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat dapat membantu sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi anak berkebutuhan khusus.

“Lewat bantuan ini, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi anak, sekaligus makin memperkuat pendidikan inklusi di Kota Bontang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang, Marwati, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pupuk Kaltim. Ia menilai dukungan terhadap pendidikan inklusi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar anak disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Baca juga  PWRI Kutim Turun Langsung ke Masyarakat, Iduladha Jadi Momentum Tebar Kepedulian di Sangatta Utara

Menurut Marwati, kehadiran para relawan perusahaan secara langsung memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial anak-anak disabilitas sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penerimaan terhadap penyandang disabilitas.

“Kami mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim menghadirkan ruang interaksi sosial yang sangat berarti bagi anak disabilitas. Pendidikan inklusi harus dibangun bersama agar lingkungan yang ramah disabilitas semakin kuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perhatian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dapat membantu anak-anak penyandang disabilitas tumbuh lebih percaya diri dan merasa diterima di lingkungan sosialnya.

“Anak-anak ini butuh ruang untuk tumbuh percaya diri dan merasa diterima. Saat banyak pihak terlibat dan menunjukkan perhatian, dampaknya sangat positif bagi perkembangan sosial mereka,” pungkas Marwati. (Adv)

(UPI)

Bagikan:
Berita Terkait