Etamexpose.Id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Dari 50 program unggulan kepala daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim tercatat sebagai salah satu perangkat daerah dengan capaian pelaksanaan terbanyak.
Berbagai program strategis telah dijalankan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari peserta didik hingga tenaga pendidik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Kutai Timur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. “Dari 50 program unggulan kepala daerah, Disdikbud telah merealisasikan 10 program, dan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun SDM Kutai Timur,” ujarnya.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah 1.000 beasiswa Hafidz dan Hafidzah bagi pelajar jenjang SD dan SMP. Program ini tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan sejak usia dini.
Selain itu, Disdikbud Kutim juga menghadirkan layanan angkutan bus listrik bagi anak sekolah. Program ini dirancang untuk mendukung mobilitas pelajar secara aman, ramah lingkungan, serta meringankan beban biaya transportasi orang tua.
Di bidang bantuan pendidikan, pemerintah daerah menggulirkan Beasiswa Kutim Stimulan dan Kutim Tuntas. Skema ini menyasar pelajar dari berbagai latar belakang agar tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.
Perbaikan dan pembangunan sarana pendidikan juga menjadi prioritas. Sejumlah sekolah mendapatkan peningkatan fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan layak.
Tak hanya itu, Disdikbud Kutim juga menggratiskan buku pelajaran, seragam, dan sepatu sekolah. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menekan beban pengeluaran keluarga sekaligus meningkatkan partisipasi sekolah.
Dukungan terhadap pendidikan keagamaan turut diwujudkan melalui hibah Rp1 miliar bagi yayasan pendidikan agama, serta pemberian insentif bagi guru TK/TPA dan tenaga pendidik lainnya.
“Semua program ini dirancang agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, baik oleh peserta didik maupun tenaga pendidik, sehingga ekosistem pendidikan di Kutim semakin kuat,” kata Mulyono.
Selain sektor formal, Disdikbud Kutim juga aktif menjalankan layanan jemput bola untuk pendidikan non-formal, serta menggelar Festival Seni dan Budaya sebagai wadah pengembangan bakat dan pelestarian kearifan lokal.
Dengan capaian tersebut, Disdikbud Kutai Timur optimistis penguatan SDM dapat terus ditingkatkan. Pemerintah daerah menegaskan akan terus hadir dan konsisten mendukung pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.(ADV)





